Sangatta – Yusuf Silambi, anggota Komisi C DPRD Kabupaten Kutai Timur dari Fraksi PDIP, memberikan sorotan mendalam terkait perkembangan Pembangunan Pelabuhan Kenyamukan yang sudah disepakati sejak tahun 2023. Yusuf mengungkapkan kekecewaannya terhadap lambatnya progres proyek tersebut, meskipun anggaran telah disetujui dan dialokasikan.
“Anggaran untuk proyek Pelabuhan Kenyamukan telah disetujui bersama sejak tahun 2023, dan kami berharap proyek ini dapat rampung pada akhir 2024 atau paling lambat 2025. Namun, hingga kini, pengerjaan proyek masih mengalami kendala,” ujar Yusuf.
Menurutnya, permasalahan dalam proses pembangunan perlu diteliti lebih lanjut. Yusuf menilai ada ketidaksesuaian antara kesepakatan di meja rapat dan realitas di lapangan. Ia meminta agar media dapat menyelidiki faktor-faktor yang menyebabkan penundaan dan hambatan dalam proyek ini.
“Kita belum mengetahui sepenuhnya apa yang menyebabkan perbedaan antara keputusan yang telah disetujui dan kondisi nyata di lapangan. Mungkin media perlu mengeksplorasi lebih dalam untuk menemukan penyebab keterlambatan dalam pembangunan Pelabuhan Kenyamukan,” tegas Yusuf.
Yusuf juga menjelaskan bahwa masalah bukan terletak pada anggaran, karena dana untuk proyek ini dipastikan sudah tersedia. Bantuan dari PT KPC, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), serta Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) telah disiapkan.
“Anggaran bukanlah masalah. Kami sudah memastikan bahwa dana dari berbagai sumber, termasuk PT KPC, APBN, dan APBD, sudah tersedia,” tambahnya.
Dengan adanya berbagai tantangan ini, Yusuf berharap adanya tindakan konkret untuk mempercepat penyelesaian proyek Pelabuhan Kenyamukan, agar semua target yang telah ditetapkan dapat tercapai.














