SANGATTA- serapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kutai Timur masih tergolong rendah di bulan ini, Anggota DPRD Kutai Timur, Akbar Tanjung, tetap yakin bahwa penggunaan anggaran dapat mencapai target sebelum tahun berakhir. Menurutnya, proyek-proyek yang telah direncanakan, baik melalui anggaran murni maupun skema multiyears, berjalan sesuai jadwal yang telah ditetapkan.
“Kami masih optimis serapan anggaran bisa maksimal. Di lapangan, semua program berjalan dengan baik, baik proyek multiyears maupun proyek APBD murni tahun ini,” ungkap Akbar.
Sebagai Ketua Fraksi PKS, Akbar menambahkan bahwa optimisme ini bukan tanpa dasar. Dengan adanya persetujuan anggaran dalam pembahasan APBD Perubahan, khususnya untuk proyek multiyears senilai Rp270 miliar, ia meyakini serapan anggaran dapat mencapai hasil maksimal.
Meski demikian, ia mencatat adanya kendala teknis yang menghambat pencairan anggaran, terutama gangguan pada Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). Masalah ini, menurutnya, berpengaruh terhadap proses pembayaran proyek-proyek yang telah selesai.
“Ada informasi tentang gangguan SIPD di beberapa SKPD yang menghambat pencairan anggaran. Kami berharap masalah ini bisa segera diselesaikan,” ujarnya.
Akbar juga mengingatkan bahwa SIPD merupakan sistem yang dikendalikan oleh pemerintah pusat, sehingga pemerintah daerah memiliki keterbatasan dalam mengatasinya.
“Kami berharap gangguan ini segera teratasi agar pembayaran proyek dapat berjalan lancar dan serapan anggaran maksimal,” tambahnya.
Dengan kerja sama yang solid antara DPRD dan pemerintah daerah, Akbar optimis bahwa seluruh anggaran yang tersedia dapat digunakan secara maksimal demi mendukung pembangunan daerah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kutai Timur.














