SANGATTA — Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mahyunadi, secara resmi membuka babak baru dalam upaya penguatan ketahanan pangan daerah. Pada Jumat (7/11/2025), ia meresmikan Kawasan Ikan Tawar yang berlokasi di Jalan Poros Sangatta–Bontang. Agenda ini bukan sekadar seremoni infrastruktur, melainkan simbol kebangkitan peran aktif generasi muda dalam sektor perikanan.
Proyek ini merupakan buah kolaborasi antara Bidang Pertahanan DPD KNPI Kutim, Komite Tani Muda, dan GM FKPPI. Mahyunadi memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif tersebut, yang dinilainya sebagai langkah nyata keterlibatan pemuda dalam membangun sektor-sektor strategis di Kutai Timur.
Bukan Sekadar Diskusi, Tapi Aksi Nyata
Dalam sambutannya, Mahyunadi menekankan bahwa peran pemuda kini harus bergeser dari sekadar pengamat menjadi pelaku utama. Ia tidak ingin energi kaum muda habis hanya dalam ruang-ruang diskusi tanpa implementasi di lapangan.
“Kita tidak ingin pemuda hanya muncul dalam ruang diskusi. Hari ini mereka hadir sebagai motor penggerak dan pelaku perubahan yang sebenarnya,” tegas Mahyunadi. Menurutnya, pemuda memiliki kreativitas dan energi yang dibutuhkan untuk melakukan transformasi ekonomi, khususnya melalui pemanfaatan potensi lokal.
Pusat Inovasi dan Ekonomi Baru
Sektor perikanan air tawar dianggap memiliki prospek yang sangat menjanjikan bagi ekonomi kerakyatan. Mahyunadi berharap kawasan ini nantinya tidak hanya berfungsi sebagai tempat budidaya, tetapi juga berkembang menjadi pusat edukasi, riset, dan inovasi. Dengan kolaborasi lintas Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP), kawasan ini diproyeksikan mampu menciptakan lapangan kerja baru bagi warga sekitar.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menyatakan dukungannya secara penuh terhadap gerakan yang lahir dari gagasan murni para pemuda. Mahyunadi menegaskan bahwa sinergi antara pemerintah dan organisasi kepemudaan adalah kunci dalam membangun masa depan daerah.
Sebagai tanda dimulainya pembangunan secara fisik, Wakil Bupati melakukan pengerukan tanah simbolis di lokasi tersebut. Aksi ini menandai komitmen kuat untuk menjadikan Kutai Timur sebagai daerah yang mandiri secara pangan melalui tangan dingin generasi mudanya.(Adv/Sl)














