EKSPOSPEDIA — Upaya percepatan penurunan stunting di Kutai Timur terus digalakkan melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga sosial. Dalam Podcast Bangga Kencana bertema “Praktik Baik Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting Bersama Ormit dan DUDI”, pada Rabu (12/11/2025).
Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Achmad Junaidi B, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun keluarga sehat.
Menurut Junaidi, program “Cap Jempol Stop Stunting” bukan hanya fokus pada keluarga berencana, tetapi juga menjadi payung strategis untuk mencegah stunting sejak dini melalui edukasi kesehatan reproduksi dan pengasuhan pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
“Upaya ini harus berkesinambungan agar generasi Kutim tumbuh sehat dan produktif,” ujarnya.
Dukungan dunia usaha juga menjadi bagian penting dalam gerakan ini. CSR Officer PT. Pamapersada Nusantara, Hendra Kusuma Putra, menyatakan bahwa penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara sektoral.
“Kolaborasi adalah kata kuncinya. Kami ingin CSR perusahaan berdampak langsung dan tepat sasaran,” tegasnya.
PT. Pamapersada telah menyalurkan bantuan sembako dan kegiatan sosial bagi keluarga berisiko stunting sebagai bentuk tanggung jawab sosial.
Langkah sinergis ini memperlihatkan komitmen kuat Kutai Timur dalam menurunkan angka stunting dan memperkuat ketahanan keluarga menuju daerah sehat, sejahtera, dan berdaya saing. (Adv/sl)














